Kali ini saya ingin mengenalkan saudari silat PSHT asal Jakarta. Pesilat cantik ini mulai masuk ke dalam seni bela diri ini berawal dari satu keinginan sederhana. Sama seperti Ibu Kartini yang haus ilmu dan rasa penasaran untuk melihat dunia luar, Puspa Arumsari mengenal silat lantaran keinginantahuannya kepada dunia pencak silat.
Puspa Arum Sari kerap dipanggil dengan Kak(Teteh) Dara..
Namun, lambat laun Puspa akhirnya menjadi satu sosok atlet yang rajin menyumbangkan gelar untuk DKI Jakarta maupun Indonesia.
Wanita ini mengaku pertama kali menjajal pencak silat saat usia 10 tahun. Saat itu dia masih berstatus siswa kelas 5 sekolah dasar.
“Pada awalnya saya sering diajak melihat abang latihan. Saya tertarik pada silat karena bisa mendapatkan banyak teman di luar sekolah. Sesederhana itu alasanya,” kata Dara kepada Liputan6.com.
Pada UNJ Open 2007, Dara mulai turun untuk pertama kalinya sebagai atlet di dua kelas, tunggal putri (seni) dan tarung. Sejak mengenyam kemenangan pertamanya di sana, satu per satu gelar juara disabetnya.
Hingga sembilan tahun berada di arena tanding, lulusan Politeknik Negeri Jakarta 2014 tersebut, juga makin hafal karakter bermain lawannya dari negara lain.
Dia Adalah Wanita Mandiri
Berasal dari negara yang melahirkan seni bela diri pencak silat, Dara percaya jurus-jurus yang dipraktikkannya lebih baik dari bela diri campuran yang diperagakan lawan.
“Kita lebih beruntung dong, karena kita yang lebih mengenal silat. Kalaupun Thailand mencampurkan Muaythai, itu sah-sah saja selama tidak melanggar regulasi pertandingan,” tutur Dara.
“Semenjak terjun di pencak silat, saya jadi mengenal dan menghargai olah raga lain. Dalam silat kan kita juga harus berolahraga, misalnya saat pemanasan,” kata pesilat dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate ini.
la rupanya telah membentuk karakter seorang Puspa Arumsari. Baginya, silat adalah segalanya. Dan, Puspa mengaku ada sosok yang menginspirasinya hingga jadi wanita mandiri berprestasi.
“Kartini dalam hidup saya tentu ibu saya sendri. Tapi selebihnya saya mengidolakan Mbak Tuti Winarni, juara tunggal putri sebelumnya,” tutur Dara.
Selama ia menjadi seorang atlet ia kerap disukai dengan sesama pencak silat dalam kategorinya sendiri maupun yg lain,saya mengakui kehebatan yg dimilikinya karena selain tidak sombong dengan saudara saudari pencak silat yang lain Dara juga memiliki ketegaran yang luar biasa. Meskipun ia harus mengalami kegagalan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar